Rabu, 29 Desember 2010

Masih Punya 90 Menit, Indonesia Pasti Bisa!!!!!!


Indonesia memiliki 90 menit tersisa untuk mencatat sejarah. Tidak mudah memang bangkit dari ketertinggalan 3-0, namun sejarah membuktikan itu bukan hal yang mustahil.

Palu godam serasa menghantam dada pendukung Tim Garuda melihat Firman Utina dkk bertekuk lutut di tangan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Minggu (26/12). Bagaimana tidak, setelah mengganyang Harimau Malaya dengan skor 5-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan tampil memukau sepanjang perjalanan menuju final, target minimal di kandang lawan adalah menang tipis atau setidaknya seri.

Berbagai alasan mengemuka, kecurangan pendukung lawan yang mengganggu kiper Markus Horison dengan laser menjadi yang terutama. Selain itu, beberapa juga mempertanyakan ketangguhan dan kegigihan Ahmad Bustomi dan Firman Utina di lini tengah yang tak terlihat di Bukit Jalil, memunculkan anggapan timnas jago kandang. Apapun alasannya, yang jelas kini pelatih Alfred Riedl punya tugas berat, mengubah defisit tiga gol menjadi surplus.

Cederanya Markus Horison serta absennya Oktovianus Maniani karena akumulasi kartu kuning memastikan tugas Riedl akan semakin berat.

“Markus kondisinya sudah 80 persen. Tetapi semuanya tergantung pelatih kiper apakah dia akan diturunkan atau tidak,” ungkap fisioterapis Mathias Ibo.

Namun kalau Markus tak bisa tampil, Indonesia masih punya Ferry Rotinsulu yang tak kalah kokohnya di bawah mistar gawang. Sementara Arif Suyono, yang berjuluk supersub karena kemampuannya mengubah jalannya pertandingan setiap kali masuk dari bangku cadangan bisa diandalkan mengisi tempat yang ditinggalkan Okto.

Pelatih sendiri memasang target gol cepat, meski tetap waspada terhadap serangan lawan. “Kami takkan langsung bermain menyerang semenjak awal pertandingan karena hal itu sangat berisiko untuk serangan balik. Namun, kami akan mencoba mencari gol cepat di awal babak pertama,” tuturnya.

Sementara itu, Malaysia dipastikan tampil tanpa salah satu gelandangnya, Mohd Amirulhadi, juga karena akumulasi kartu kuning. Hal ini bisa dimanfaatkan Indonesia karena pemain bernomor punggung 21 itu merupakan salah satu pendobrak di lini tengah Malaysia.

Mengenai bomber Malaysia yang sudah mencetak empat gol, Mohd Safee bin Mohd Sali, Riedl mengaku tak punya treatment khusus.

“Takkan ada penjagaan khusus terhadap Safee. Kami akan tetap bermain seperti biasa. Semua pemain Malaysia sama berbahayanya,” ungkap sang pelatih.

Duet Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim yang sempat tercerai di dua pertandingan terakhir sepertinya akan kembali tampil sejak awal bagi Indonesia. Sementara Maman Abdurrahman, yang sempat blunder saat melawan Malaysia, juga berpeluang tampil sejak awal.

Dengan dukungan 85 ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno, juga sejarah manis antara Indonesia melawan Malaysia, harapan juara tetap layak dipancangkan.

Pada pertemuan di Piala AFF 2004, Indonesia tumbang 1-2 di Gelora Bung Karno, namun pada leg kedua Kurniawan dkk bangkit dan menghancurkan Malaysia 4-1, membawa Garuda menembus final. Kini, Indonesia berharap prajurit-prajurit lapangan hijau ini bisa mengulang kembali kebangkitan yang manis tersebut.

Selain itu, mustahil bukanlah kata yang tepat bagi pertandingan sepak bola. Indonesia punya waktu 90 menit untuk bangkit, dua kali lipat dari waktu yang dimiliki Liverpool di Liga Champions 2005. Tertinggal 0-3 dari AC Milan hingga babak pertama berakhir, The Reds bangkit dan mencetak tiga gol balasan untuk memaksakan adu penalti, dan memenangkannya.

Sekali lagi, tidak ada yang mustahil bagi Indonesia untuk mencatat sejarah emas dengan 90 menit tersisa. Dengan dukungan 250 juta rakyat Indonesia dan tekad bulat dari para pemain, Indonesia pasti bisa!

Prakiraan Susunan Pemain:

Indonesia (4-4-2): Markus Horison; Zulkifli Syukur, Maman Abdurrahman, Hamka Hamzah, M Nasuha; M Ridwan, Firman Utina, Ahmad Bustomi, Arif Suyono; Cristian Gonzales, Irfan Bachdim

Malaysia (4-4-2): Khairul Fahmi; Asrarudin Putra Omar, Muslim Ahmad, Fahdli Mohd Sas, Sabre Mat Abu; Kunanlan Subramaniam, Ashari Shamsudin, Safig Salee, Amar Rohidan; Mohd Safee bin Mohd Sali, Nohsharul Idlan Talaha.

0 komentar:

Posting Komentar

BERI KOMENTAR DAN KRITIKAN ANDA, SUPAYA BLOG INI MENJADI LEBIH BAIK.
KOMENTAR SPAM AKAN SAYA HAPUS.